Socamedia - Tipografi: Seni dalam Huruf

Tipografi: Seni dalam Huruf

  • Posted on Apr 13, 2018
  • Fine Arts
  • By Soca Editorial

Pesatnya perkembangan media komunikasi visual dan teknologi telah mempermudah para penikmat maupun penggiat seni untuk mengapresiasi dan mengekspresikan karya visualnya secara luas. Salah satu aktivitas seni yang kini juga tengah populer di Indonesia adalah seni mengeksplorasi huruf. Dalam aktivitas seni tersebut dikenal istilah tipografi kaligrafi, dan lettering.

Ketiga istilah tersebut seringkali digunakan bergantian secara keliru, sehingga maknanya menjadi rancu, terutama bagi orang awam. Selain itu perkembangan teknologi komputer membuat karya lettering dan kaligrafi yang telah didigitalisasi menjadi sulit dibedakan. Kerancuan ini dapat membuat para pemula yang umumnya otodidak menjadi bingung dalam mencari sumber informasi yang tepat.

Pengertian Tipografi (Typography) adalah tata huruf yang merupakan suatu teknik manipulasi huruf dengan mengatur penyebarannya pada suatu bidang yang tersedia untuk membuat kesan tertentu dengan tujuan kenyamanan semaksimal mungkin pada saat membacanya baik dalam jarak dekat maupun jarak jauh sehingga maksud dan arti dari tulisan dapat tersampaikan dengan sangat baik secara visual kepada pembaca.  Menurut Roy Brewer, pengertian tipografi sendiri memiliki pengertian sangat luas yang mencakup penyusunan dan bentuk halaman, atau setiap barang cetak, tipografi dapat juga diartikan pemilihan, penataan dan berbagai hal yang berhubungan dengan pengaturan baris-baris serta susunan huruf (typeset), tidak termasuk didalamnya bentuk ilustrasi dan unsur-unsur lain yang bukan susunan huruf pada halaman cetak.

Orang yang berprofesi menciptakan desain penataan huruf disebut graphic designer atau typographer. Sedangkan orang yang mendesain atau menciptakan huruf (preformed letter) disebut type designer. Seorang kaligrafer, letterer maupun graphic designer dapat menjadi type designer jika huruf yang dibuatnya disediakan untuk ditata seseorang serta dibuat beberapa salinannya.

Berdasarkan wawancara dengan Dodi Nursaiman, seorang dosen dan juga typographer, perkembangan tipografi juga bisa dilihat dari perkembangans media visual dan juga percetakan. Sebagai contoh munculnya kata – kata pada poster perjuangan yang menjadi narasi penghubung maksud gambar pada poster. Hal ini menjadikan tipografi menjadi salah satu elemen penting dalam komunikasi visual. Selanjutnya, Dodi menjelaskan keunggulan dari tipografi sendiri adalah karena huruf bisa dimaknai sebagai gambar sekaligus bahasa. Selain itu, keunggulan dari tipografi adalah sifat universal dari huruf sendiri. Huruf menurut Dodi, dapat berkomunikasi hampir kesemua kalangan berbeda dengan gambar yang pola komunikasinya masih kekalangan tertentu.

Lain hal nya dengan kaligrafi. Kaligraf merupakan seni menulis atau melukis karakter huruf menggunakan dip-pen dengan goresan tunggal (single stroke). Goresan yang tercipta dibuat dengan kekuatan tekanan yang beragam sehingga menghasilkan garis tipis tebal yang indah. Berbeda sedikit dengan kaligrafi, lettering merupakan seni menggambar huruf dalam lebih dari satu goresan (multiple stokes) dengan pendekatan lebih ilustratif. Meskipun karya lettering kini telah banyak diolah dalam format digital, namun pada esensinya lettering tetap dianggap sebagai karya tulis tangan. Karena esensinya ini lettering lebih sering dikenalkan dengan istilah “hand lettering“. Karakter huruf lettering yang dihasilkan tidak memiliki struktur tertentu dan bergantung pada keterampilan setiap seniman. Berbeda dengan kaligrafi yang memerlukan keahlian “menulis huruf”, lettering lebih memerlukan keahlian “menggambar huruf” dan dekorasi.

Riwayatnya kini

Tipografi, lettering, dan kaligrafi pada saat ini merupakan salah satu industri yang cukup menjanjikan untuk digeluti. Menurut Dodi, adanya wacana elaborasi teks dengan seni lukis membuat marketnya menjadi semakin luas. Sebagai contoh dekorasi kafe atau restoran. Saat ini dekorasi untuk tempat makan bergaya retro memang didominasi dengan sentuhan artistik lewat goresan indah  lettering.

Kafe juga biasanya membuat daftar menu dengan lettering yang kemudian diletakkan di depan kafe sehingga dapat membuat orang-orang yang berlalu-lalang membaca menu tersebut dan tertarik untuk masuk ke dalam kafe. Lettering biasanya digoreskan pada tembok atau kaca, namun bisa juga ditulis pada media lain seperti mug, piring, jam dinding, juga kain. Untuk media kain bisa digunakan untuk menerima pesanan berupa totebag dengan sentuhan lettering yang indah. Pengerjaannya pun relatif mudah, bermodalkan cat dan alat lukis. Lettering biasanya dikenakan biaya Rp. 500.000 – Rp. 1.000.000,- / meter persegi. Hal tersebut dipengaruhi tingkat kesulitan dan besarnya medium yang harus dilukis.

Untuk tipografi, berkat perkembangan internet para typographer bisa dengan mudah memasarkan karya mereka di platform online seperti Dafont dan myfont.com. Berdasarkan pengalaman Dodi, menjual font di kedua website tersebut cukup menjanjikan. Satu set font bisa dibandrol dengan harga $15, sedangkan untuk custom font bisa dikenakan biaya $2000 - $3000. Harga tersebut dipengaruhi oleh tingkat kesulitan dan masa pengerjaan font yang cenderung lama. Selain itu, penggunaannya yang lekat dengan kegiatan promosi membuat seni ini makin dibutuhkan oleh para pelaku bisnis untuk memperkenalkan produk maupun jasa yang mereka tawarkan. Tujuannya adalah agar tulisan dapat tersampaikan dengan baik secara visual kepada pembaca.

Bisnis unik dengan modal tulisan tangan indah ini memang sangat menjanjikan, tak hanya bisa membantu orang lain untuk memperindah suatu ruangan, juga membantu kepentingan orang – orang terutama berkaitan dengan wilayah estetika.

Author

Soca Editorial

Related Artikel