Socamedia - Seni Ruang Publik: Antara Identitas dan Masyarakat

Seni Ruang Publik: Antara Identitas dan Masyarakat

  • Posted on Jun 20, 2018
  • Fine Arts
  • By Soca Editorial
Kota merupakan salah satu habitat manusia. Ciri penduduk kota atau komunitas urban terletak pada kehidupan sosial-ekonomi, sosial-budaya yang telah terorganisir, walaupun asal mula kota adalah dari desa yang berkembang. Kota diharapkan menjadi tempat yang nyaman, dengan situasi dan kondisi lingkungan yang bersih, sehat, dengan pemandangan yang indah, rapi dan tertata membuat kota memiliki ciri khas ruang yang membedakannya dengan desa.
 
Karakteristik kota seperti inilah yang menjadikan pekerja seni (seniman) menemui hambatan untuk mengembangkan kreativitas dalam imajinasinya pada sebuah ruang yang bernama ruang publik. Ruang publik adalah bagian penting dari kota, sebab di tempat ini masyarakat saling bertemu dan berinteraksi, sekaligus merupakan simbol yang bisa digunakan untuk memahami kota beserta budayanya.
                   
Salah satu bentuk interaksi masyarakat terhadap kota yaitu dengan seni. 
Dalam lingkungan perkotaan, kehadiran seni ruang publik yang ditempatkan di berbagai titik wilayah akan menunjukan pencapaian budaya masyarakat perkotaan. Seni ruang publik yang diciptakan oleh seorang seniman ataupun suatu komunitas masyarakat akan merekam serangkaian nilai keyakinan, moral atau jejak budaya dari masyarakat tersebut. Berbicara tentang manfaat dari seni ruang publik sendiri, terdapat beberapa hal yang penting untuk dipahami. Salah satunya adalah terlibatnya dialog dari sipil untuk kepentingan umum dan masyarakat.
 
Dilihat dari perspektif ekonomi, kehadiran karya seni rupa publik akan menarik perhatian publik dan mendatangkan secara langsung atau tidak keuntungan secara ekonomi. Bagi seniman yang berkecimpung menciptakan karya seni ruang publik akan memberi peluang berinteraksi dan berdialog dengan masyarakat luas. Dan dengan penempatan karya yang berada di lingkungan terbuka merupakan suatu bentuk upaya agar apresiasi masyarakat terhadap karya seni dapat berkembang.
 
Mural: Nuansa Konvensional dalam Ruang Publik

Diantara begitu banyak seni ruang publik, salah satu yang sering kita jumpai adalah mural. Seni mural merupakan salah satu seni gambar yang menggunakan media tembok sebagai medianya. Selain memiliki nilai estetika yang dapat memperindah kota, mural juga merupakan salah satu media yang efektif dalam menyampaikan sebuah pesan. Oleh karena itu mural dapat digunakan oleh masyarakat sebagai media untuk menyalurkan aspirasi karena melalui seni mural sosialisasi yang dilakukan diharapkan akan lebih komunikatif untuk masuk ruang publik.
 
Mural pada perkembangannya telah menjadi bagian dari seni publik yang melibatkan komunikasi dua arah. Seniman mural melakukan komunikasi secara visual kepada masyarakat terhadap apa yang ingin dicurahkannya, sedangkan masyarakat sebagai penikmat dalam praktiknya mampu berinteraksi langsung kepada seniman. 

Hal ini semakin menunjukkan dalam seni mural, bahwa interaksi tidak hanya dilakukan secara visual yang menganut pandangan ‘seni adalah seni’ tanpa pertanggungjawaban yang pasti, namun mural juga mampu mendekatkan dirinya sebagai seni yang berinteraksi juga secara verbal. Dalam hal ini, masyarakat memperoleh pencerahan dalam dunia seni rupa dan secara teknis, masyarakat awam dapat mengambil peran sebagai seniman juga.
 
Mural tidak hanya berdiri sendiri tanpa kehadiran ribuan makna. Bagi pembuatnya, ada pesan-pesan yang ingin disampaikan melalui mural. Ada pesan dengan memanfaatkan kehadiran mural dengan mencitrakan kondisi sekelilingnya, diantaranya mural hanya untuk kepentingan estetik, untuk menyuarakan kondisi sosial budaya, ekonomi dan juga politik. 

Seni Ruang Publik: Arena Unjuk Identitas?

Berbagai macam faktor yang melatarbelakangi terciptanya mural. Dalam hal ini, seniman yang mempunyai peranan yang vital. Dari dalam diri senimanlah akan lahir karya yang menarik, karena secara teknik dan konsep mereka mampu melahirkan karya yang memiliki nilai estetika yang tinggi. Dalam hal ini tentu latar belakang kesenimanan seorang seniman juga menjadi titik tolak dalam penciptaan mural. 

Seberapa jauh mereka memahami kepentingan publik, sejauh mana penguasaan bahan dan tekniknya serta bagaimana eksplorasinya. Pengaruh lain adalah pengalaman seseorang atau sekelompok seniman dalam praktek seni mural karena mereka akan berkarya pada bidang yang luas dan lebar, di sini ada perbedaan antara melukis di atas kanvas atau kertas atau media lain dengan memakai media tembok yang panjang, lebar dan luas, tentu saja memerlukan teknik tertentu dan bahan yang lain pula. 

Untuk pemilihan bahan cat pada mural terutama yang dibuat di luar ruangan, harus dipilih yang benar-benar permanen dalam semua keadaan. Juga harus memperhitungkan jarak pandang penikmat berbeda dengan lukisan konvensional yang hanya dipandang dari dalam ruang. 

Sebagai seniman yang mencetuskan ide atau gagasan dalam penciptaan mural, perlu memikirkan kepentingan publik dalam merumuskan gagasannya, tidak etis kalau hanya memikirkan ekspresi diri semata karena berkaitan dengan lingkungan sekitar, ada banyak orang yang mengapresiasi, setiap orang yang melewati jalan sehingga memerlukan perenungan yang dalam dan luas tentang dampak yang akan ditimbulkan oleh mural tersebut pada ruang publik. Setelah menemukan gagasan yang akan disampaikan kepada publik, lalu bagaimana perwujudan mural tersebut, tentu visualisasinya harus dibuat sedemikian rupa agar berdampak positif bagi masyarakat.
Author

Soca Editorial

Related Artikel