Socamedia - Pemasaran Musik di Era Digital

Pemasaran Musik di Era Digital

  • Posted on Apr 11, 2018
  • Music
  • By Soca Editorial

What is the grade of relevance of a CD nowadays? Bagi seorang musisi, sebuah album fisik ibarat ijazah mereka. Namun bagi pihak label, album fisik tidak lagi berada di urutan tertinggi list kepentingan mereka.

Semenjak adanya RBT, dunia musik memasuki era digital dimana musik bisa ditemukan di seluruh internet. Dari mulai mendengarkan lagu melalui video Youtube, aplikasi streaming berbayar seperti Spotify atau Apple Music, bahkan juga membeli lagu melalui website musisi atau online store seperti iTunes Store.

Namun apakah ini berarti bahwa album fisik tidak relevan lagi untuk para label?

Menurut Marketing and International Business Manager Musica Studios, Drian Nugraha, pernyataan tersebut tidak sepenuhnya salah. Meskipun sudah memasuki era digital, album fisik tetap membawa keuntungannya sendiri. 

Pros and Cons Album Fisik

Salah satu contoh terbesarnya adalah melalui penjualan CD lewat Fast Food Chains seperti KFC atau Texas Fried Chicken. “Mungkin emang awalnya diketawain, tapi lihat kan ujung-ujungnya berhasil juga,” tutur Drian. Melalui kolaborasi antara label dan juga consumer goods industry, dua perusahaan dari industri yang berbeda tersebut bisa memanfaatkan kolaborasi ini untuk menarik perhatian konsumen industri yang satu lagi. 

Selain itu, kelemahan terbesar dari album fisik pada hari ini adalah hilangnya toko musik sedikit demi sedikit, yang menyebabkan tiadanya distributor untuk menjual CD hasil produksi tersebut. Walau bagaimanapun, adanya kolaborasi seperti yang dicontohkan di paragraf sebelumnya, setidaknya ada pasar dimana album-album fisik tersebut bisa dijual.

Namun ini tidak menutup fakta bahwa biaya produksi album fisik memang besar. Dengan mempertimbangkan kurangnya distributor musik pada saat ini, tantangan untuk penjualan album fisik tidak hanya sebatas kurangnya pengembalian penghasilan, tetapi juga persaingan yang ditimbulkan pihak-pihak ilegal seperti pembajak CD terutama di negara seperti Indonesia dan juga persaingan ketat yang baru yaitu dunia musik digital.

Pros and Cons Album Digital

Di sisi lain, zaman sekarang label sendiri juga lebih mengarahkan penjualan musik melalui berbagai platform digital, termasuk online CDs. Ini didukung oleh beberapa hal, terutama dalam aspek pengeluaran dimana biaya produksi untuk album digital tidak berat karena adanya kemudahan untuk mengontrol dan mengurangi biaya produksi. “Kalau album cetak, misalkan kita produksi 500 album, kita juga harus mencetak 500 cover album. Tapi kalau misalkan album digital, kita tinggal bikin satu artwork yang akan bisa disebar kemana-mana, kan itu udah ngurangin biaya cetak artwork tersebut”, tutur Drian.

Album digital juga memberikan kemudahan dalam segi kapabilitas label untuk menentukan waktu pengeluaran, bukan hanya sebuah album tapi sebuah lagu sebagai single. Menurut Drian, salah satu keuntungan yang diberikan berbagai platform musik online adalah label tidak perlu menghabiskan waktu satu sehingga dua tahun hanya untuk merekam sebuah album, tetapi label bisa merekam dan release satu lagu dalam sebulan, promosi dan distribusi lagu tersebut untuk dua atau tiga bulan kedepannya, lalu pada bulan berikutnya bisa mengulang lagi siklus “record, release, promote” tersebut sehingga dalam satu tahun bisa mengeluarkan sampai tiga lagu, yang cenderung lebih menguntungkan.

Selain itu, digital streaming platforms seperti Spotify memberikan data analisis dan demografi yang bisa digunakan para label untuk bisa memahami pasar mereka. Walau bagaimanapun, kelemahan album online adalah tidak teraturnya struktur internet. Sebagai contoh pembagian keuntungan dari digital streaming platforms yang masih berantakan. Untuk distribusi keuntungan melalui digital streaming platforms dibagi dua yaitu yang berbayar, dimana keuntungan didapatkan dari biaya membership dan tidak berbayar, dimana keuntungan didapatkan dari advertisements. Namun, pembagian dari keuntungan tersebut masih harus dibagikan antara banyak pihak yang pada akhirnya tidak memberikan masukan yang terlalu banyak untuk pihak produsen musik tersebut.

Jadi solusi untuk isu tersebut kembali lagi ke bagaimana pihak label memanfaatkan marketing mereka sebaik mungkin dengan cara mendekatkan diri kepada medium-medium distributor digital.

Perbedaan Pada Biaya dan Proses

“Dari segi biaya, kurang lebih sama, biayanya enggak juga dikurangin tapi justru digunakan untuk kepentingan lain,” tutur Drian. Biaya yang pada awalnya digunakan untuk produksi CD fisik dan promosi melalui acara televisi, sekarang digunakan untuk mendorong efektifitas media sosial, karena untuk album digital pengeluaran terbesar adalah dalam segi promosi dan bukan lagi produksi.

Namun pendapatan terbesar untuk label tetap melalui RBT dan kedua melalui Youtube. Meskipun medium streaming video tersebut bisa lebih di kategorisasikan sebagai digital, tetapi warganet tanah air cenderung lebih memilih untuk ‘menonton’ sebuah lagu. Maka dari itu, label dengan mudahnya bisa memproduksi sebuah single lalu mendistribusikannya melalui Youtube bukan hanya melalui official music video lagu tersebut, tetapi juga lyric video, behind the scenes, dan pada akhirnya menciptakan banyak konten visual meskipun hanya dengan satu lagu.

Di sisi lain, cara promosi tradisional yaitu melalui media seperti radio dan TV tetap menjadi bagian penting dari strategi marketing label. Namun perbedaannya adalah investasi yang lebih tinggi dalam aspek digital boosting, contohnya seperti berkolaborasi dengan content creators dan juga penggunaan media sosial sebaik mungkin.

Pada akhirnya kita dihadapkan dengan satu pertanyaan: apakah album fisik masih diperlukan dalam industri musik?

Dari sudut pandang label, selama keberadaan distributor album fisik masih nyata, ini tidak akan menjadi suatu masalah. Tetapi pada akhirnya, menurut Drian untuk tiga sehingga empat tahun kedepan kemungkinan besar industri musik akan berpindah sepenuhnya kepada produksi musik melalui digital streaming platforms dan poin yang paling penting adalah adanya edukasi kepada publik agar bisa memahami bahwa musik adalah sebuah karya seni yang mempunyai harga yang tinggi.

 

Author

Soca Editorial

Related Artikel

Company Info

Formed in 2018, socamedia.id is a hub connecting people in the creative industry to share their skills and help each other.

We commit to share and inform people in the creative industry with our content.

Contacts

Email: [email protected]

Phone: 08112113666

Address

Jalan Pelajar Pejuang 45 No.100C Bandung, Jawa Barat

Follow Us

Follow us and stay in touch to get the latest news