Socamedia - GetCRAFT: Strategi Pemasaran Konten Olahraga untuk Bisnis

GetCRAFT: Strategi Pemasaran Konten Olahraga untuk Bisnis

  • Posted on Jun 4, 2018
  • Insight
  • By Soca Editorial
Industri olahraga merupakan salah satu segmen terpopuler di dunia. Tak seperti kebanyakan industri, segmen olahraga biasanya terfokus pada periode tertentu di mana semua aksi terjadi. Melirik Piala Dunia dan Asian Games sebagai contoh, meski terjadi tiap empat tahun sekali, ajang bergengsi di dunia olahraga ini dapat menarik perhatian khalayak luas yang tentunya memberikan peluang unik bagi brand untuk meningkatkan visibilitas dan meraih audiens lebih luas. Namun hal apa saja yang perlu dilakukan pemasar di luar periode ini.
 
“Pemasaran konten adalah salah satu strategi jangka panjang yang diterapkan brand agar tetap relevan dengan audiens mereka,” ungkap Co-Founder dan CEO GetCRAFT Indonesia, Anthony Reza dalam acara Jakarta Content Marketing Meetup di Qubicle Center, Jakarta Selatan (24/5).
Anthony Reza, juga menjelaskan Brand perlu mempertimbangkan pengalaman dua layar dan penggunaan berbagai saluran distribusi guna menjangkau audiens yang lebih luas. Saluran distribusi apa yang terbaik tergantung pada target audiens dan kebutuhan brand.

Co-Founder dan CEO GetCRAFT Indonesia, Anthony Reza
Hal ini dikarenakan memang saat ini, euforia pertandingan olahraga tidak hanya terpusat pada menyaksikan pertandingan secara langsung atau siaran televisi saja. Namun, dengan perkembangan teknologi, kini para pencinta olahraga juga menikmati berbagai sajian olahraga melalui live streaming atau konten-konten di media sosial seperti Facebook, Instagram dan Twitter.

“Orang-orang beralih ke Twitter saat sedang menyaksikan pertandingan dan pada waktu iklan,” ungkap Senior Client Partner Twitter Indonesia dan Malaysia, Leo Wirendra. Pada tahun 2016, dua dari lima tagar terpopuler di dunia terkait dengan olahraga. Pada tahun 2017, tiga dari sepuluh tagar teratas di Indonesia juga terkait dengan peristiwa olahraga, di antaranya #TimnasDay, #PersijaDay, dan #GoJekTravelokaLiga1. Media sosial dapat memberikan peluang bagi pemasar untuk menjangkau massa. Untuk dapat menyajikan konten yang menarik, “Brand harus dapat memilih momen yang tepat dan mengerti pola pikir para pengguna media sosial,” lanjut Leo.

Terkait perilaku tersebut, Head of Marketing Facebook Indonesia, Andhini Putri mengungkapkan bahwa, “Pertandingan besar telah berpindah ke layar kecil.”
Pergeseran perilaku para pencinta olahraga dalam penggunaan media sosial ini disebabkan karena mereka tidak lagi ingin jadi penonton saja, tetapi juga ingin ikut andil di dalam percakapan mengenai pertandingan yang disaksikannya.

Karena hal ini pula, kini media sosial dapat memberikan peluang bagi para pemasar untuk menjangkau para penggemar olahraga, “Brand harus dapat memilih momen yang tepat dan mengerti pola pikir para pengguna media sosial,” Leo Wirendra menambahkan.

Senior Client Partner Twitter Indonesia dan Malaysia, Leo Wirendra
Seperti yang diungkapkan oleh Head of Marketing Facebook Indonesia, Andhini Putri, brand dapat memperluas jangkauan strategi pemasaran mereka melalui branded video. Andhini menambahkan bahwa dalam membuat video branded, konten harus dapat menangkap perhatian audiens dengan cepat contohnya seperti mengomunikasikan konten jagoan (hero content) di bagian awal video.

Konten yang disampaikan di dalam industri olahraga tentu memiliki persamaan dengan konten industri lain pada umumnya, yakni memiliki pesan yang jelas, menarik, konsisten dan juga dapat merepresentasikan citra brand. Namun selain itu, Andhini Putri juga mengungkapkan kalau konten olahraga saat ini telah berubah menjadi lebih intim, personal dan cepat.

Hal penting lain yang perlu dimiliki oleh konten olahraga adalah memiliki cerita yang relevan dengan para audiensnya. Seperti yang dikatakan Arief Tjakraamidjaja, Country Marketing Lead Nike Indonesia, “People buy the story, not the shoes. When they buy the shoes, they feel like they are part of the story”.

Pemasaran konten olahraga dengan mempertimbangkan pola perilaku fans olahraga dapat menjadi faktor utama untuk memenangkan perhatian para konsumen. “Dalam pemasaran konten olahraga, tidak ada satu tolak ukur yang cocok untuk semua. Namun, secara general, brand harus selalu konsisten. Konten yang berkualitas, memahami pola pikir fans dan pengguna media sosial akan dapat membantu brand untuk membawa pulang medali emas”, ungkap Reza.

Jakarta Content Marketing Meetup merupakan sebuah event bulanan yang bertujuan menjadi wadah dan tempat berkumpulnya brand, agensi, para pelaku serta pebisnis industri kreatif untuk membahas tren terbaru dalam lanskap media dan pemasaran Indonesia. Para pembicara di diskusi kali ini meliputi pemasar andal: Senior Client Partner Twitter Indonesia dan Malaysia, Leo Wirendra; Head of Marketing Facebook Indonesia, Andhini Putri;Business Development Manager Traveloka, Sutanto Sugii Joji; dan Country Marketing Lead Nike Indonesia, Arief Tjakraamidjaja.
Author

Soca Editorial

Related Artikel